Rabu, 07 Desember 2011

Dealova-cerpen


Dealova..
--
Seperti biasa,pemuda tampan ini selalu memperhatikan gadis itu dari jauh. Dia tersenyum melihat tingkah gadis itu yang menurut nya sangat menggelikan. Kaum adam pasti menilai gadis itu adalah seorang gadis cantik dan periang. Begitu pun dengan pemuda ini,dia telah lama mengagumi gadis itu. Bahkan bukan hanya mengagumi,tapi juga mencintai nya.
Dan tentu saja ia hanya bisa menyimpan rasa itu dalam hati. Pemuda ini masih bertahan dalam kesendirian nya. Menunggu kapan waktu itu datang,menunggu kapan ia harus mengungkapkan perasaan nya selama ini.

“woii Rio ! ngelamun aja loe. Mau tanding gak?”salah seorang sahabat Rio –sang pemuda- menepuk pudak nya pelan. Rio terkesiap,dan langsung menjitak kepala sahabat nya.

“sialan ! ngagetin gue aja loe ! tuh kan..ah,loe sih ! ngilang kan jadi nya !”omel Rio pada sahabat nya,Gabriel. Gabriel menyepitkan mata nya. Mencari tau siapa yang sedari tadi Rio perhatikan.

“siapa sih Yo?dia lagi yaa?”tebak Gabriel. Rio hanya mengangguk kecil sambil menyapu pandangan nya mencari gadis itu yang menghilang bersama teman-teman nya. Gabriel hanya bergeleng-geleng melihat sahabat nya.

“Rio..Rio..kenapa gak loe tembak aja sih?”tanya Gabriel heran.

“gue belom siap.”jawab Rio singkat dengan terus mencari keberadaan gadis pujaan nya.

“kayak mau kawinan aja loe mesti siap dulu ! kalo nunggu siap kapan maju nya !”ujar Gabriel sambil memainkan bola basket yang ia bawa. Rio memutar pandangan nya kea rah Gabriel yang sedang melangkah menuju lapangan.

“bener juga kata iel,tapi ..ah ,pokok nya gue belom siap!”kata Rio tetap pada pendirian nya.

--

Ify bersama ke-3 sahabat nya pergi ke kantin. Mereka lalu mencari tempat kosong,setelah menemukan nya mereka pun memesan makanan sesuai dengan keinginan mereka.

“Fy,loe jahat deh sama gue !”Acha merenggut. Ify mengerutkan kening nya. Sesaat dia menghentikan kegiatan memakan mie ayam yang tadi ia pesan. Lalu memperhatikan salah satu sahabat terbaik nya,Acha.

“maksud loe?”

“loe tadi gak ngasih gue contekan ,huhu”jawab Acha sambil memajukan bibir nya beberapa centi.

“beuhh…”koor Shilla,Sivia,dan Ify.

“gue bukan nya pelit Cha,tapi gue gak pengen loe terus-terusan bergantung sama gue. Percaya dong sama kemampuan diri loe sendiri..”nasihat Ify,lalu dia pun melanjutkan acara makan nya. Acha hanya menghembuskan nafas nya. Selalu seperti ini jawaban Ify kalau ditanya tentang kata ‘nyontek’.

Ify bisa dibilang memang lebih unggul dalam soal akademik dibanding dengan teman-teman nya. Jadi,tak heran kalau predikat juara umum selalu dia yang mendapatkan nya. Ify sering mengikuti olimpiade mata pelajaran. Selain dalam bidang akademik,Ify juga berbakat dalam bidang music. Dari kecil,Ify memang sudah mempunyai kemampuan bermain piano dan juga bernyanyi.

“eh Fy,loe tau Rio anak X-3b gak?”tanya Shilla. Ify mengangkat kepalanya. Ify terlihat sedang mengingat-ngingat.

“ohh..iya gue tau. Yang anak basket itu kan?”tebak Ify. Shilla mengangguk. “emang kenapa?”tanya Ify.

“gue pikir-pikir,dia sering merhatiin loe deh Fy.”jawab Shilla. Ify mengangkat sebelah alis nya.

“so?”tanya Ify sambil mengambil gelas yang berisi jus jeruk milik nya.

“jangan-jangan dia suka sama loe !”tebak Sivia yang di angguki oleh Shilla dan Acha.

UHUKK !!

Ify tersedak minuman nya karena mendengar kalimat yang Sivia lontarkan. Ify lalu mengelap mulut nya dengan tissue yang ada di depan nya. Shilla,Sivia,dan Acha hanya cekikikan sambil menutup mulut masing-masing.

--

Aku ingin menjadi mimpi indah dalam tidur mu
Aku ingin menjadi sesuatu yang mungkin bisa kau rindu

--

Sepulang sekolah,Rio langsung masuk ke dalam kamar nya. Seusai makan dan mengganti baju nya,Rio hanya melamun di dekat jendela kamar nya hingga menjelang malam hari. Gadis itu,selalu ada di pikiran Rio. Memenuhi setiap hari-hari nya,setiap langkah nya,dan setiap apa pun yang ia lakukan. Gadis itu telah memenuhi rongga hati nya. Dari dulu,hingga sekarang.

Angin berhembus dengan lembut melewati jendela kamar yang sengaja Rio buka. Rio memejamkan mata nya,bayangan gadis itu semakin jelas terlihat. Bayangan gadis itu yang sedang tertawa lepas,tersenyum,bahkan wajah nya saat sedang serius pun terbayang oleh Rio. Rio pun membuka mata nya dan sedikit tersenyum.

“I love u Fy..”gumam Rio yang mungkin dimaksudkan untuk gadis yang ia sebut ‘fy’ yang lain adalah Ify.

--
 Karena langkah merapuh tanpa dirimu
Karena hati tlah letih
--

Pukul 06.10
Waktu nya untuk Ify berangkat ke sekolah. Seperti biasa,Ify menunggu bis di halte yang tak jauh dari rumah nya. Biasa nya Ify selalu menunggu bis sendirian,tapi kali ini tidak. Seorang pemuda yang satu sekolah dengan dia sepertinya juga sedang menunggu bis. Dia adalah pemuda yang dibicarakan Shilla kemarin.

Merasa pegal,Ify pun berniat akan duduk di bangku panjang yang ada di halte itu.

“boleh gue duduk disini?”tanya Ify. Merasa ada yang mengajak nya berbicara,Rio pun mendongakkan kepala nya. Rio langsung terkesima melihat Ify ada di depan nya. Rio lalu mengangguk dan tersenyum dengan kegugupan nya. Rio menggeser duduk nya agar Ify bisa duduk di samping nya.

“thanks..”ucap Ify. Rio hanya membalas dengan senyum. Masih gugup. Ify merasa aneh dengan sikap Rio.

“loe kenapa ?santai aja kalo sama gue,gue baik kok anak nya.”kata Ify yang melihat kegugupan Rio. Rio cengo.

‘busetdah,emang keliatan banget ya kalo gue gugup kayak gini?’tanya Rio dalam hati.

“heii..Rio?ngelamun loe?”

“ha?loe tau nama gue?”tanya Rio dengan polos nya.

“hha,Rio..Rio. ya gue tau lah,loe kan anak basket yang berbakat di sekolah kita.”jawab Ify yang di iringi dengan tawa kecil nya. Rio menggaruk-garuk tengkuk nya.

“em,Fy?”panggil Rio.

“loe tau nama gue juga?”Ify malah balik bertanya.

“iyalah,loe kan master akademik nya sekolah kita ! hha”balas Rio di iringi tawa kecil nya seperti yang tadi Ify lakukan. Kedua nya lalu tertawa bersama. Rasa gugup itu sedikit-demi sedikit menghilang dari diri Rio. Mungkin karena Ify memang anak nya supel dan mudah di ajak bercanda.

Bis yang mereka tunggu-tunggu pun datang. Mereka berdua segera naik dan pergi ke sekolah secara bersama-sama.

Hari ini,dimana pertama kali nya Rio bisa berbicara dengan Ify. Duduk berdampingan dengan Ify. Dan bercanda dengan seorang IFy yang telah lama ia sukai. Tentu saja hal in begitu berkesan untuk Rio.

--
Aku ingin menjadi sesuatu yang slalu bisa kau sentuh
Aku ingin kau tau bahwa ku selalu memujamu
--

Jam pertama di kelas Rio adalah pelajaran olahraga. Kebetulan guru yang mengajar sedang tidak masuk. Jadi anak-anak di kelas Rio seperti di bebaskan. Rio,Gabriel,Alvin,dan Cakka memilih untuk bermain basket.

“lempar ke gue Yo !”teriak Gabriel pada Rio. Rio pun melemparkan nya dan Gabriel menangkap bola itu dengan mulus. Dia lalu berlari ke arah ring,dan..

HOOPP ! *suaraapaini?*

Bola pun masuk ke dalam ring. Rio dan Gabriel ber-high five ria (?). cakka dan Alvin hanya merenggut. Bukan masalah mereka kalah,tapi setelah ini mereka harus mentraktir Rio dan Gabriel di kantin.

“gue gak mau kalahh !”Cakka malah prustasi. Alvin mengembungkan pipi nya *dih*.

“nyeh-.- . terima aja kalo loe kalah .”cibir Rio.

“ah,pokok nya kita gak mau kalah !”teriak Alvin dan Cakka bersamaan.

“why?”tanya Gabriel santai.

“kita kan ganteng !”jawab Alvin dan Cakka kompak lagi. Gabriel dan Rio langsung cengo.

“gak nyambung bego !!”toyor Gabriel. Rio hanya geleng-geleng gak jelas *nyeh*

Saat sedang seperti itu,kebetulan jam pelajaran di kelas Ify juga sedang kosong. Daripada diem-diem gak jelas,Ify mutusin buat pergi ke perpus *anakrajin*. Rio menyadari ada Ify di koridor yang akan menuju ke perpus. Rio langsung diam tak berkedip (?). bahkan celotehan sahabat-sahabat nya yang sedang berdebat pun tidak ia dengar.

Menyadari bahwa Rio tiba-tiba mematung. Alvin,Gabriel,dan Cakka langsung menatap Rio dengan heran. Rio belum sadar. Alvin menatap Gabriel seakan bertanya –dia kenapa?-. gabriel hanya mengangkat bahu nya.

Rio malah senyum-senyum sendiri. Membuat ke 3 sahabat nya semakin heran. Setelah itu,akhr nya Rio sadar kalau dia sedang di perhatikan.

“kenapa pada ngeliatin gue?”tanya Rio watados. “suka sama gue ya?bilang aja.”lanjut Rio. Alvin,Cakka,dan Gabriel langsung membulatkan mata nya.

“SARAAPP !!!!”teriak ke-3 nya tepat di telinga Rio.

--

Setelah lama mencari,akhir nya ia menemukan buku yang sedari tadi ia ingin kan. Tapi Ify sedikit kesulitan mengambil buku itu,karena posisi buku nya terlalu tinggi. Ify terus berusaha untuk menjangkau nya. Tiba-tiba seorang lelaki tinggi dan hitam manis mengambilkan buku yang Ify ingin kan dan diberikan nya pada Ify disertai senyum manis nya.

“Rio,thanks ya.”ujar Ify,pada Rio yang telah menolong nya.

“urwell Fy.”balas Rio. Ify lalu duduk dan Rio mengikuti nya.

“dealova.”kata Rio membaca judul novel yang Ify pegang. Ify menoleh dan tersenyum.

“mau ngapain yo?bukan nya tadi gue liat loe lagi maen basket ya?”tanya Ify.

“gue,eh..em..gue mau ngapain ya?”Rio malah bingung sendiri. Sejujurnya Rio itu mengikuti Ify untukpergi ke perpus. Niat nya sih,pengen berduaan sama Ify *ahihi*. Ify mengangkat sebelah alis nya.

“aneh deh loe”ujar Ify sambil memulai membaca halaman pertama novel yang ia pegang. Rio Cuma cengengesan.

“eh Fy,loe kok bisa pinter sih?”tanya Rio. Ify menutup novel nya.

“maksud nya?”

“loe suka baca ya?pantes aja loe pinter. Bukan Cuma akademik,tapi di hal yang lain juga”

“semua orang itu pinter kok..”balas Ify.

“tapi kok nilai gue banyak yang ancur ?”

“mungkin loe nya deh yang kurang belajar sama baca buku.”tebak Ify.

“jadi,gue harus jadi kutu buku gitu Fy?”

“Rio,banyak baca buku bukan berarti harus jadi kutu buku. Menurut gue ya,kalo kita jarang baca buku kita bakal ketinggalan semua hal. Buku itu sebuah pengetahuan luas. Ya,bukan hanya buku pelajaran,tapi novel kayak gini pun bisa dijadikan sebagai pengetahuan. Coba aja loe ambil makna dari cerita novel nya,pasti loe bakal dapet sesuatu yang berharga yang bisa loe jadiin pelajaran hidup.” Ify mengambil nafas nya lalu kembali melanjutkan. Rio terus memperhatikan Ify,dan melihat setiap lekuk wajah cantik nya.

“para penulis novel,contoh nya..emm,yang gue suka itu salah satu nya Habiburrahman El-Shirazy, Pipiet Senja,banyak lagi deh. Loe baca deh novel-novel mereka. Di dalam nya tuh sarat akan makna. Loe bisa tau arti kesabaran,arti kesabaran dan yang lain nya. Kalau soal pelajaran,kalo gak bisa ya sekarang jaman udah modern. Loe bisa nyari di internet kalo loe gak bisa ngerjain tugas atau loe takut nanya sama guru karena guru nya killer atau apa lah. Ngerti kan?”akhir nya setelah panjang kali lebar sama dengan luas (?) ify berbicara,dia pun menoleh ke Rio yang duduk di samping nya yang masih asyik memperhatikan wajah nya. Ify mengibas-ngibas kan tangan nya di depan wajah Rio.

“Rio ? loe dengerin gue ngomong kan?”

Rio tersadar.

“eh,iya iya. Gue denger kok.”kata Rio sambil mengangguk.

“Fy?”panggil Rio pelan. Ify menoleh.

“loe mau gak jadi guru privat gue?”tanya Rio. Ify membulatkan mata nya. Lalu berpikir,akan menerima tawaran itu atau malah menolak nya.

--
Tanpa mu sepi nya waktu merantai hati
Bayang mu seakan-akan
--

Malam hari,Ify telah selesai mengerjakan tugas sekolah nya. Dia lalu duduk di balkon kamar nya. Malam ini langit terlihat cerah. Bintang bertaburan menghiasi langit malam. Ify menatap nya. Entah kenapa,bayangan wajah Rio langsung melintas. Tanpa Ify sadari,bibir Ify mengukir sebuah senyuman saat bayangan itu datang.

“aduhh,Ify ! loe kenapa sih? Kok malah mikirin Rio !!”tanya Ify pada diri nya sendiri. Dia memukul-mukul kepala nya pelan agar bayangan Rio segera hilang.

When I see your face
There's not a thing that I would change
Cause you're amazing
Just the way you are

Handphone Ify berbunyi. Ify langsung mengambilnya dan membaca pesan yang baru saja masuk.

From:Rio
Fy,gimana soal tawaran gue?mau kan loe jadi guru privat gue?

Ify senyum-senyum sendiri membaca sms Rio. Langsung dia menggerakan ibu jari nya dan mulai mengetik.

To:Rio
Oke,gue mau J

--

Sejak saat itu,Ify pun resmi menjadi guru privat Rio. Tentu saja Rio sangat senang. Dan entah kenapa,rasa aneh itu semakin besar Ify rasakan dalam hati nya. Bahkan,sahabat Ify dan Sahabat Rio pun sampai mengira mereka pacaran karena setiap hari mereka terlihat semakin dekat.

 Ify biasa mengajar di rumah nya Rio,karena Rio sendiri yang meminta nya. Saat belajar,kadang Ify jadi salting sendiri karena Rio selalu memperhatikan nya dengan tatapan yang berbeda.
Seperti saat ini,Ify sedang mengajar di rumah nya Rio.

“nah,jadi gitu. Loe bisa pake rumus yang ini,atau yang ini. kalo soal nya angka positive,berarti loe pake rumus yang negative,dan sebalik nya.”Ify pun selesai mengerjakan. Rio manggut-manggut.

“gue ngerti Fy,”jawab Rio.

“oke,sekarang coba loe jawab soal yang ini,yang ini,sama yang ini.”ujar Ify sambil menunjuk soal-soal yang harus di kerjakan Rio. Rio hanya mengacungkan jempol nya. Dengan tekun,Rio mulai mengerjakan soal-soal itu. Sedangkan Ify menunggu nya sambil menonton tv.

Ify menatap Rio dari samping. Menatap setiap gerakan wajah nya. Terlihat manis. Tak terasa Ify tersenyum melihat wajah Rio yang sedang serius mengerjakan soal yang dia berikan.

“selesai !!”sorak Rio yang tentu saja membuat Ify kaget. Ify langsung memalingkan pandangan nya kea rah tv.

“nih,loe periksa deh.”Rio memberikan kertas jawaban nya pada Ify. Ify menerimanya lalu memeriksa nya dengan teliti.

Dan lagi-lagi ,Rio mengambil kesempatan untuk memandang wajah cantik yang ada di hadapan nya ini. rio menopang dagu nya sambil terus memandang Ify. Kepala Ify sedikit menunduk karena sedang memeriksa pekerjaan Rio.

“hebat,semua nya bet..ul.”kata-kata Ify sedikit terpotong-potong karena saat mengangkat kepala nya,mata nya langsung bertatapan dengan mata Rio yang jarak nya cukup dekat di depan Ify.
Ify salting,muka nya memerah. Dia langsung menunduk lagi dan memalingkan wajah nya. Rio pun begitu,dia langsung menghadap ke depan dan berusaha bersikap seperti biasa.

--
Kau seperti nyanyian dalam hatiku
Yang memanggil rinduku padamu
Seperti udara yang ku hela
kau selalu ada
--

Malam ini,adalah malam minggu. Waktu nya para remaja untuk menghabiskan waktu dengan pasangan nya. Tapi tidak untuk Ify,dia hanya diam di kamar nya sambil terus melihat bintang-bintang yang berkelip menghiasi malam minggu ini. entah kenapa hati nya gelisah,dia merasa ada rasa rindu di hati nya. Rasa ingin bertemu dengan seseorang yang akhir-akhir ini selalu menemani hari nya. Seseorang yang telah berhasil membuat rasa itu muncul.

“hmm..”Ify menghembuskan nafas nya. Ify mengambil handphone yang ia letakkan di meja belajar nya. Ternyata ada satu sms masuk.

From:Rio
Gue tunggu di lapangan basket sekolah,secepat nya

Ify mengerutkan kening nya. Tanpa membuang waktu,Ify pun langsung turun kebawah dan berniat pergi ke sekolah walaupun waktu sudah menunjukan pukul 8 malam. Ify mengira ada apa-apa dengan Rio,saking khawatir nya Ify pergi tanpa mengganti baju nya. Alias,Ify keluar dengan memakai piyama nya.

Ify pergi diantar oleh supir pribadi nya. Mama nya pun heran kenapa malam-malam begiini Ify harus pergi ke sekolah. Di jalan,Ify semakin gelisah.

‘aduh,jangan-jangan yang sms gue tadi bukan Rio. Jangan-jangan Rio di culik,atau dirampok,terus minta bantuan tebusan dengan cara sms gue ! ahh,tapi masa sih?kalo iya dia diculik kenapa minta bantuan sama gue?gue kan gak punya duit. Trus,kenapa mesti di lapangan sekolah?emang mau tanding basket ya para penculik nya?’batin Ify ngaco.

Setelah sampai di sekolah nya,Ify langsung turun dari mobil nya. Dia berpesan pada supir nya agar tetap menunggu dia sebelum dia kembali lagi. Ify langsung berlari menuju lapangan. Dengan gampang dia membuka gerbang karena tidak dikunci.

“aneh,gerbang nya gak di kunci”gumam Ify. Dia lalu melanjutkan perjalanan nya (?) menuju lapangan basket sekolah. Dan betapa kaget nya Ify saat tepat berada di tengah lapangan. Karena lapangan itu telah di desain seseorang dengan seindah mungkin. Lilin-lilin kecil bersinar terang membentuk sebuah hati. Ify menyapu pandangan nya ke sekeliling lapangan. Kebetulan,di sekolah Ify banyak terdapat pohon cemara. Dan di setiap pohon itu ada banyak foto Ify. Saat Ify tertawa,tersenyum,bahkan saat wajah Ify serius membaca buku pun ada.

Ify bingung,disini sepi. Tidak ada siapapun kecuali diri nya dan lilin-lilin kecil itu. Tiba-tiba seseorang muncul di belakang nya dengan memainkan gitar dan siap menyanyikan sebuah lagu.

Aku ingin menjadi mimpi indah dalam tidur mu
Aku ingin menjadi sesuatu yang mungkin bisa kau rindu
Karena langkah merapuh tanpa dirimu
Karena hati tlah letih”

Ify berbalik dan langsung bungkam saat mendengar bahwa itu adalah suara Rio. Rio terus mendekat pada Ify,dia menyanyikan lagu itu sampai selesai. Seakan terhipnotis oleh suara Rio,Ify masih saja diam mematung sampai Rio menyelesaikan lagu nya. Rio mempersembahkan senyum manis nya untuk Ify. Mendadak Ify menjadi beku.
Rio menyimpan gitar nya di bawah. Mereka sekarang berada di tengah rangkaian lilin kecil berbentuk hati yang dibuat oleh Rio. Dengan rasa gugup nya,Rio mencoba mengenggam kedua tangan Ify. Baru lah Ify sadar,lalu mengerjap-ngerjapkan mata nya. Meyakinkan dirinya kalau ini bukan lah mimpi.

“I love u Fy.”kata Rio tulus di iringi senyum manis nya. Dia menatap lekat kedua bola mata Ify.

“ha?”Ify semakin merasa kalau ini hanya mimpi nya.

“ini..bukan mimpi?”tanya Ify dengan polos nya. Rio menggeleng,lalu memegang kedua pundak Ify.

“I love u..”ulang Rio sekali lagi. Ify menatap Rio lekat. Mencari keyakinan akan ucapan Rio barusan.

“Rio..”gumam Ify. Rio kembali menggenggam kedua tangan Ify. Terasa dingin.

“would you be my girl friend, Alyssa?”dan akhir nya,kata itu pun terucap dari bibir Rio. Setelah lama ia pendam,dan ini semakin membuat Ify hanya berada di dalam mimpi nya. Akhir nya Ify tau,bahwa ini memang benar-benar nyata. Dia pun tersenyum dan Rio membalas nya.

“yes,I would..”balas Ify yakin. Senyum Rio mengembang. Dia memeluk Ify ,dan Ify pun membalas pelukan Rio.

“mulai hari ini gue janji,gue akan selalu ada di sisi loe Fy..”gumam Rio masih dalam posisi yang sama. Memeluk Ify.

“congratulation !!!”teriak beberapa orang yang membuat Ify dan Rio langsung melepas pelukan nya. Mereka tersenyum ternyata teman-teman mereka juga ada di situ.

Cakka,Alvin,dan Gabriel langsung menyalakan kembang api yang mereka bawa. Ify saling bertatapan dan melempar senyum. Rio lalu merangkul Ify. Mereka sesekali tertawa kecil melihat kelakuan teman-teman mereka yang sedang memainkan kembang api. Rio lalu memegang kedua bahu Ify sehingga mereka berhadapan.

“hanya dirimu,yang bisa membuat ku tenang. Tanpa dirimu ,aku merasa hilang dan sepi..”ujar Rio pelan. Lalu kembali memeluk Ify,seakan tak ingin berlalu dalam suasana seperti ini.

Selasa, 29 November 2011

Kata Bijak - Kata Cinta. ( Mahabbah - Rabiatul Adawiyah / Sufi )


Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.


 

Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta.

 

Ada 2 titis air mata mengalir di sebuah sungai. Satu titis air mata tu menyapa air mata yg satu lagi,” Saya air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya. Siapa kamu pula?”. Jawab titis air mata kedua tu,” Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu sahaja.”

 

Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu.

 

Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita.

 

Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

 

Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mahu berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu Coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.

 

Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.

 

Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia , lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya . Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.

 

Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas kurniaan itu.

 

Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat -Hamka

 

Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.

 

Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.

 

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk menemukan bahawa pada akhirnya menjadi tidak bererti dan kamu harus membiarkannya pergi.

 

Kamu tahu bahwa kamu sangat merindukan seseorang, ketika kamu memikirkannya hatimu hancur berkeping.

Dan hanya dengan mendengar kata “Hai” darinya, dapat menyatukan kembali kepingan hati tersebut.

 

Tuhan ciptakan 100 bahagian kasih sayang. 99 disimpan disisinya dan hanya 1 bahagian diturunkan ke dunia. Dengan kasih sayang yang satu bahagian itulah, makhluk saling berkasih sayang sehingga kuda mengangkat kakinya kerana takut anaknya terpijak.

 

Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehinggalah kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna sesalan karena perginya tanpa berpatah lagi.

 

Jangan mencintai seseorang seperti bunga, kerana bunga mati kala musim berganti. Cintailah mereka seperti sungai, kerana sungai mengalir selamanya.

 

Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta !

 

Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.

 

Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit,bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus,tumbuhlah oleh kerana embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur,di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.~ Hamka

 

Kata-kata cinta yang lahir hanya sekadar di bibir dan bukannya di hati mampu melumatkan seluruh jiwa raga, manakala kata-kata cinta yang lahir dari hati yang ikhlas mampu untuk mengubati segala luka di hati orang yang mendengarnya.

 

Kamu tidak pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu,dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya

 

Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut ke mulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.

 

Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak. Bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka. Bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merindu dan cemburu.

 

Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.

 

Satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan.

Cerpen-Be Your Self,Mario !

Be Your Self,Mario !
>>>

Terik matahari sudah semakin menyengat. Tapi 2 lelaki ini masih saja berada di lapangan. Keringat mereka bercucuran,tapi tetap saja mereka terus melakukan pertandingan yang cukup sengit itu. Kedua lelaki ini memiliki ikatan darah. Yah,mereka berdua adalah kakak beradik. Baik sang kakak maupun sang adik mempunyai paras yang bisa dibilang –sangat- tampan. Mereka adalah Gabriel dan juga Rio. Tapi entah mengapa,sang kakak disini selalu unggul,termasuk dengan masalah ‘cinta’..

“gue capekk !”Rio mengakhiri pertandingan basket di sore itu. Dia lalu duduk di pinggir lapangan dan segera mengelap keringat nya dengan handuk kecil yang ia bawa.

“halah..segitu aja kok capek yo?”ejek Gabriel yang sekarang sedang mendribble bola ke pinggir lapangan.

“terserah loe deh,gue beneran capek !”balas Rio lalu meneguk air minum nya. Gabriel melirik jam tangan nya. Sudah pukul 6 sore.

“pulang yuk,udah sore. Gue ada janji sama Ify.”ajak Gabriel sambil menepuk pundak adik nya. Tanpa menunggu jawaban Rio,Gabriel pun berdiri dan segera melangkah untuk pergi dari situ. Rio berdecak. Raut wajah Rio berubah kesal. Ada yang mengganjal di hati nya saat Gabriel berkata ‘gue ada janji sama Ify’. Setelah menarik nafas dan menghembuskan nya perlahan ,Rio pun berdiri dan bergegas pergi mengikuti Gabriel yang sudah ada di depan.

>>>

“yo,kakak kamu kemana?”Tiba-tiba suara papa Rio mengagetkan Rio yang sedang memainkan gitar di kamar nya.

“kak iel lagi jalan sama Ify,gak tau pulang nya kapan”jawab Rio malas-malasan.

“aduhh gimana ya,laptop papa lagi ada masalah. Padahal kakak kamu paling bisa di andelin soal ini.”keluh papa Rio. Rio memutar bola mata nya. Kesal.

“emang kenapa pa?mungkin Rio bisa bantu.”

“mungkin?berarti kamu belum tentu bisa dong?gak usah Yo. Papa nunggu kakak mu pulang aja.”jawab papa Rio yang kemudian pergi ke ruang kerja nya. Setelah papa nya pergi,Rio segera menyimpan gitar nya. Badan nya menghadap ke jendela kamar. Tangan nya mengepal keras. Seperti seseorang yang sedang menahan amarah nya.

‘gue disini ! kenapa gak pernah ada orang yang mau mandang gue ! gue emang gak bisa kayak kak iel,tapi se enggak nya gue masih berstatus sebagai anak disini !’kesal Rio dalam hati.

>>>

Rio sedang asik membaca komik nya sambil mendengar kan musik lewat hp nya. Guru yang mengajar di kelas Rio memang sedang tidak masuk. Jadi anak-anak serasa bebas melakukan apa saja. Ada yang nyanyi-nyanyi gak jelas,ngegosip,dandan,dan lain sebagai nya deh.

“eh,kalian tau kak iel yang jadi ketos sekaligus kapten basket itu kan?”tanya Shilla pada salah satu teman nya. Maklum,mereka sekarang lagi ngegosip ria.

“iya iya gue tau ! euh,keren baget ya dia. Beruntung deh Ify bisa pacaran sama kak iel.”jawab teman Shilla yang bernama Sivia.

“kok beda sih sama Rio?dia kan adek nya kak iel. Tapi kok gak sehebat kak iel ya?”Shilla mengetuk-ngetukan jari ke dagu nya. Sivia hanya mengangguk meng-iya kan. Meskipun sedang mendengarkan music,tapi pendengaran Rio masih tajam. Mendengar perkataan Shilla,Rio langsung membanting komik nya ke meja lalu segera berjalan menuju bangku Shilla.

BRAAKK

“heh loe !”Rio menunjuk wajah Shilla. Semua anak yang ada di kelas langsung menoleh kea rah Rio. Tidak ada yang berbicara. Kelas mendadak sepi. Hanya ada deruan nafas Rio yang sepertinya sedang menahan amarah nya yang memuncak.

“loe jangan pernah ngebandingin gue sama kakak gue !”bentak Rio pada Shilla. Muka nya merah padam. Shilla lalu berdiri dan berhadapan dengan Rio.

“terserah gue dong ! itu hak-hak gue ! yang ngomong bibir gue kan?”balas Rio. Tak ada yang mampu melerai mereka,termasuk Sivia.

“loe jadi cewek gak usah belagu ! gue ingetin ya,jangan pernah lagi loe coba-coba ngebandingin gue ! ngerti loe !!”

“kenapa?ha?loe iri karena kakak loe punya segalanya?loe iri kakak loe itu lebih hebat daripada loe?”balas Shilla –lagi-. Rio mengepalkan tangan nya kuat-kuat. Nafas nya semakin tak beraturan. “oh nya gue tau,loe iri yak arena cewek yang loe suka malah jatuh ke tangan kakak loe?”lanjut Shilla dengan nada mengejek. Tanpa menjawab pertanyaan Shilla,Rio pun pergi ke luar kelas dengan amarah yang masih belum mereda. Sedangkan Ify,hanya bisa membisu melihat pertengkaran Shilla dengan Rio. Apalagi saat Shilla menyelesaikan kalimat terakhir nya itu. Ya, memang Ify dan Rio sekelas.

‘apa cewek yang dimaksud Shilla itu gue?’ Ify bertanya-tanya dalam hati nya.

>>>

Rio berdiri dan melihat lurus ke depan. Tangan masih saja mengepal. Perkataan Shilla tadi masih terngiang dalam pikiran nya. Saat ini Rio sedang berada di taman belakang sekolah.

“akhhh !!!!!!”Rio berteriak sekencang-kencang nya. Dia lalu duduk dan menekuk lutut nya. Tangan nya ia lipat di atas lutut. Rio menenggelamkan kepala nya dalam lipatan tangan itu. Dia  mengatur nafas nya sambil memejamkan mata nya.

“heii..”sebuah suara mengagetkan Rio. Ify. Itu suara Ify. Rio pun menoleh,Ify tersenyum pada nya.

‘Tuhan,ini senyum yang selalu aku kagumi sejak dulu..’batin Rio. Ify pun ikut duduk di sebelah Rio. Rio masih menatap Ify tanpa berkedip.

“maafin soal kata-kata Shilla tadi ya Yo,dia gak bermaksud buat loe kesinggung kok..”ujar Ify. Rio masih mematung. Dia gugup,ini kali pertama dia mengobrol dengan Ify dengan jarak sedekat ini.

“em..ya,gak apa-apa kok Fy,gue tadi lagi emosi aja.”
Ify tersenyum lega.

“eh,Yo,”

“ya?kenapa Fy?”

“cewek yang tadi di sebutin sama Shilla itu gue ya?”kata Ify sambil menunjuk diri nya sendiri.

“itu..em..itu,gue gak tau..Fy”jawab Rio terbata. Ify mengerut kan kening nya. Merasa aneh dengan jawaban Rio.

“masa?apa itu berarti kak iel punya cewek lain selain gue Yo?”selidik Ify.

“ha?ngga lah Fy !”jawab Rio cepat. “kak iel sayang banget sama loe. Kalo soal cewek yang gue suka jatuh ke tangan kak iel,itu Cuma gossip aja kok. Loe tau sendiri kan kalo Shilla emang suka gitu?”lanjut Rio. Berharap kali ini Ify akan percaya. Ify hanya manggut-manggut mendengar jawaban Rio.

“Fy..”panggil Rio pelan. Ify yang tadi nya menatap lurus ke depan segera menoleh kea rah Rio.

“apa iya gue serendah itu dibandingin sama kakak gue?”tanya Rio. Ify terkekeh.

“iya.”jawab Ify singkat. Rio melongo. “tapi itu menurut pandangan orang lain,menurut gue sih gak gitu”lanjut Ify

“kok gitu?”kata Rio heran.

“loe kan bukan kak iel..Rio ya Rio,bukan Gabriel..menurut gue semua orang itu salah. Mereka selalu mandang kalo kak iel lebih hebat dari kak iel  dan sebagai nya lah..”

“tapi emang bener kan kak iel punya segalanya di banding sama gue?”

“Rio,apa semua kemampuan kak iel harus loe kuasain juga?ngga kan?setiap orang punya kemampuan masing-masing Yo,gue yakin loe punya sesuatu yang gak kak iel punya. Cuma loe belum nunjukin itu sama semua orang. Beda sama kakak loe yang selalu nunjukin segalanya di depan semua orang..”

“tapi apa kemampuan gue Fy?”

“Cuma loe sendiri yang bisa jawab itu Yo,diri loe sendiri yang tau semuanya. Tapi gue harap,loe bakal tetep jadi diri loe sendiri. Jangan pernah loe ngerasa harus ngikutin kak iel Cuma karena loe gak mau di rendahin sama orang-orang.”

>>>

Ify sedari tadi hanya mengaduk-ngaduk ice cream yang ia pesan. Tidak ada satu sendok pun yang masuk ke mulut nya. Dia terlihat sedang memikirkan suatu hal. Gabriel yang ada di depan nya merasa bingung dengan sikap Ify.

“Fy..”Gabriel menggenggam tangan Ify dengan lembut. Ify tersadar.

“eh iya,kenapa?”

“kok dari tadi ngelamun terus sih?”tanya Gabriel. Ify melepaskan genggaman Gabriel.

“ng..nggak kok. Mungkin Cuma kecapean aja.”

Gabriel menghela nafas nya.
“oya,denger-denger tadi Rio cekcok sama Shilla?”tanya Gabriel. Ify mengangguk.

“masalah nya apa?”

“Shilla ngebandingin loe sama Rio,kak”jawab Ify santai. Gabriel menaikkan sebelah alis nya.

“ngebandingin?”

“iya,loe tau kan arti dari ngebandingin?ya Rio ngerasa kesinggung dong dibandingin mulu sama loe kak.”

“masa iya sih?setau gue Rio gak pernah kayak gitu deh.”

“ittu kan setau loe,beda sama pandangan gue. Masa loe gak tau sih?loe kan kakak nya”

“ah udah deh. Malah ngomongin Rio. Kita ganti topic aja.”

Ify menatap pemuda yang ada di hadapan nya ini. Tampan?itu gak usah ditanya lagi. Tapi jujur,Ify masih belum yakin apa Gabriel itu serius pada Ify atau tidak. Karena Ify sendiri tau,Gabriel adalah cowok yang di kagumi hampir semua cewek yang ada disekolah nya. Banyak hal yang Ify takut kan selama Gabriel menjadi pacar nya.

>>>

“Rio !”panggil Gabriel dari luar kamar. Rio membuka pintu kamar nya.

“loe tadi cekcok sama Shilla?”tanya Gabriel langsung. Rio mengangguk malas. Dia merebahkan tubuh nya di tempat tidur. Sedangkan Gabriel langsung duduk dikursi yang ada dikamar Rio sambil memainkan gitar.

“gue gak suka dibandingin.”kata Rio jutek. Gabriel terkekeh.

“loe iri sama gue yo?”tanya Gabriel yang –sepertinya- meremehkan. Rio mendelik.

“tunjukin dong Yo,kalo loe bisa lebih hebat dari gue !”kata Gabriel santai. Rio langsung berdiri dan menghampiri Gabriel.

“terkadang gue benci sama diri gue sendiri kak ! gue pengen bisa kayak loe ! dikagumin,di puji banyak orang ! gue capek kak,semua orang ngebandingin gue seakan-akan gue begitu rendah nya dibanding loe !”Rio menunjuk Gabriel. Setelah itu Rio menggebrak pintu dan pergi meninggalkan Gabriel. Gabriel pun berdiri menatap kepergian Rio. Kedua tangan nya ia masukan ke dalam saku celana nya.

“Rio..Rio..”gumam Gabriel sambil tersenyum kecil. Dia lalu mengambil handphone yang ada di saku celana dan segera menelpon seseorang.

>>>

“oh,ya udah kak. Gue tunggu ya !”Ify mengakhiri pembicaraan nya bersama Gabriel lewat telfon. Gabriel bilang dia akan datang ke rumah Ify. Sepertinya Gabriel akan membicarakan satu hal penting. Tak lama,Gabriel pun datang. Ify pun mengajak Gabriel ke halaman belakang rumah Ify. Mereka berdua duduk di ayunan dekat kolam renang IFy.

“Fy,ada yang mau gue omongin.”

“ya udah,to the point aja kak.”

“kayak nya kita cukup sampai disini aja deh Fy..”ungkap Gabriel.

“maksud kakak?kita..”

“iya,kita putus Fy..” Ify terdiam tak percaya. Air mata nya hampir saja turun. Ify yang tadi nya menatap Gabriel langsung memalingkan wajah nya.

“loe pasti bingung kenapa gue ngelakuin ini kan Fy?”
Ify tidak menjawab,dia malah terisak.

“gue bakal pergi Fy,gue takut gak bisa ngejagain loe lagi. Kita putus bukan berarti kita musuhan Fy,loe tetep gue anggep sebagai adik gue.”Gabriel mengusap lembut rambut Ify yang terurai. Gabriel memegang kedua bahu Ify agar Ify bisa melihat kedua bola mata nya.

“loe..mau pergi kemana kak?”tanya Ify yang masih terisak. Gabriel tersenyum dan menghapus air mata Ify dengan kedua ibu jarinya.

“gue pergi bukan buat seneng-seneng. Ini kesempatan gue buat ngejar cita-cita gue Fy..”jawab Gabriel lembut. Gabriel mengecup kening Ify sesaat. Ify menarik nafas lalu menghembuskan nya.

“jangan sedih lagi ya..”hibur Gabriel. Ify tersenyum tegar.

“gue bakal dukung loe kak,meskipun gue gak tau loe bakal pergi kemana..tapi gue tetep dukung loe,”

“makasih Fy,”Gabriel mengacak puncak kepala Ify.

>>>

Besok nya..

Ify mengajak Rio untuk menemani nya pergi. Saat ini mereka tengah berada di sebuah padang rumput yang jauh dari keramaian kota. Mereka berdua duduk berdampingan,merasakan semilir angin yang menerpa wajah mereka.

“Yo..”panggil Ify pelan. Wajah nya masih tetap melihat lurus ke depan. Rio pun refleks menoleh kea rah Ify yang ada disampingnya. “gue putus sama kak iel”lanjut Ify. Rio kaget.

“serius?”Rio meyakinkan. Ify mengangguk dan menoleh kea rah Rio yang sedang memasang wajah tak percaya.

“tapi..apa alesan kak iel mutusin loe?”tanya Rio dengan sedikit emosi. Ify pun menceritakan semua nya pada Rio.

“yah..gue gak bisa maksa kakak loe buat ngelanjutin hubungan ini..”kata Ify setelah selesai bercerita. Rahang Rio mengeras,ingin rasa nya dia memukul Gabriel saat itu juga. Tega sekali dia membuat bidadari nya menangis. Tapi dia masih bingung,kenapa Gabriel berkata pada Ify bahwa dia akan pergi,padahal Gabriel tidak pernah membicarakan hal itu pada Rio. Ify tertunduk,dia masih merasa sedih dengan keputusan Gabriel. Tapi entah kenapa,saat berada dekat dengan Rio,Ify merasa jauh lebih tenang. Seakan-akan Ify menginginkan agar terus berada disamping Rio seperti saat ini. Rio menatap Ify. Rapuh. Rio tidak tega melihat keadaan Ify yang seperti ini. Rio bahagia melihat Ify tersenyum dan tertawa,bukan menangis. Seandainya dia bisa,dia ingin memeluk Ify. Tapi rasanya sulit. Dia hanya bisa diam dan mendengarkan seluruh keluh kesah Ify. Tiba-tiba tangan mungil Ify menggenggam tangan kokoh Rio.

“thanks Rio..”ucap Ify tulus. Rio balas menggenggam tangan Ify meskipun dengan perasaan yang sedikit ragu.

“I’ll be there for you Fy..”balas Rio yang membuat senyuman Ify kembali mengembang.

Buka hatimu,buka lah sedikit untuk ku
Sehingga diriku bisa memilikimu
Betapa sakit nya,betapa perih nya hatiku
Selalu dirimu,tak menganggapku ada

Ponsel Rio bordering,telfon masuk dari Gabriel. Rio pun segera mengangkat nya.

“hallo”

“loe lagi sama Ify kan?loe masih anggep gue kakak loe kan?kalo iya,gue tunggu loe sekarang di bandara.”kata Gabriel di sebrang sana. Telfon terputus. Rio menaikkan sebelah alis nya. Apa maksud Gabriel?

“gue harus segera ke bandara sekarang juga Fy.”kata Rio sambil berdiri. Ify pun ikut berdiri.

“gue ikut.”ujar Ify. Rio mengangguk. Mereka berdua pun segera berjalan ke tempat dimana Rio memakirkan mobil nya.

>>>

Gabriel duduk dikursi yang ada di bandara itu. Dia berharap bahwa Rio akan datang,dan semoga Ify pun ikut bersama Rio. Mata nya terus menyapu ke sekeliling bandara. Belum ada tanda-tanda akan kedatangan Rio. Gabriel menaruh koper nya lalu berdiri. Seperti biasa,dia selalu memasukan kedua tangan ke dalam saku nya. Dia terlihat lebih tampan kalau seperti ini. Gabriel harap-harap cemas,dia takut Rio tidak datang. Padahal ada hal yang ingin ia sampaikan pada adik nya itu sebelum dia pergi.

“kak iel !”itu suara yang taka sing lagi bagi Gabriel. Itu suara Rio. Gabriel pun berbalik ke belakang. Terlihat Rio sedang berlari dengan tergopoh-gopoh kea rah nya,di ikuti oleh Ify yang ada dibelakang Rio.

“hh..hh..”Rio ngos-ngosan setelah sampai di depan Gabriel. Gabriel terkekeh.

“loe apa-apaan sih kak ! kalo mau becanda jangan di bandara kayak gini dong !”kata Rio sedikit kesal. Sedangkan Ify yang berada di samping nya pun hanya diam.

“haha,siapa yang lagi becanda yo?”tanya Gabriel.

“jadi..loe beneran mau pergi?kenapa loe gak bilang sama gue kak?ini alesan loe mutusin Ify?loe mau kemana kak?”kata Rio emosi. Gabriel memegang pundak Rio.

“tenang dulu Yo,sebener nya gue itu dapet beasiswa buat sekolah di luar negeri. Gue sebener nya mau bilang sama loe,tapi loe nya emosi mulu sama gue.”

“kak,masa kita harus pisah sih?”

“ini demi cita-cita gue Yo..oya,mama sama papa bilang mereka minta maaf kalo selama ini mereka selalu ngebandingin loe sama gue. Tapi mereka gak pernah bermaksud kayak gitu kok.”

“trus sekarang mama sama papa kemana?”

“mereka udah pergi duluan buat ngurus kepindahan sekolah gue kesana.”

“trus gue disini sama siapa?kok ninggalin gue semua?”

“haha,mama sama papa disana Cuma 3 hari kok.”

“kak iel..”panggil Ify pelan. Gabriel dan Rio menoleh ke Ify secara bersamaan. Gabriel memegang kedua pundak Ify sambil tersenyum lembut.

“sorry ya Fy,gue mutusin loe secara tiba-tiba. Sebener nya ada satu alesan lagi yang buat gue mutusin loe..”ungkap Gabriel.

“kenapa kak?”

“karena gue yakin,ada seseorang yang lebih hebat dari gue. Dia lebih bisa ngejaga loe Fy..”Gabriel kini menatap kea rah Rio. Lalu tersenyum penuh arti. Gabriel memegang tangan kanan Rio dan tangan kiri Ify. Kemudian menyatukan nya. Rio dan IFy hanya menatap Gabriel bingung.

“ada saat nya kita mengakui perasaan kita pada seseorang. Ada saat nya kita menjaga seseorang yang kita sayang sepenuh hati kita. Ada saat nya kita harus merelakan orang yang kita sayang pada orang lain. Ada saat nya kita sedih saat kehilangan seseorang yang kita sayang. Mario,ini saat nya loe harus ngakuin kalo selama ini loe sayang sama Ify,ini saat nya loe mesti nepatin janji loe buat ngejaga Ify..”kata Gabriel serius. “udah saat nya gue pergi,kalian jaga diri baik-baik selama gue gak ada..”pesan Gabriel sambil melepaskan tangan Rio dan Ify. Gabriel mengambil koper nya dan akan segera beranjak.

“kak iel..”lirih Rio. Gabriel membalikan badan nya lagi.

“oya Yo,loe harus inget pesen gue. Jadi diri loe sendiri,loe jangan pernah ngerasa kalo gue lebih hebat dari loe. Mario ya tetap Mario. Loe punya kelebihan loe sendiri. Tunjukin semua nya pada semua orang kalo loe bisa lebih hebat dari gue. Gue sayang sama loe,karena loe adik gue satu-satu nya. Buat gue bangga sama semua yang loe lakuin..”kata Gabriel,dia pun berlalu. Meninggalkan Rio dan Ify yang masih mematung di tempat nya. Ada perasaan kehilangan saat mereka melihat kepergian Gabriel. Tapi ini semua juga demi masa depan Gabriel. Mau tidak mau,mereka berdua harus merelakan nya.
Rio memberanikan diri untuk menggenggam tangan Ify. Mereka pun saling bertatapan.

“gue sayang sama loe Fy..”gumam Rio. Ify pun tersenyum.

“bikin gue supaya bisa sayang sama loe..”balas Ify. Rio mengangguk mantap. Dia mengerti maksud Ify,bahwa dia harus bisa membuat Ify jatuh hati pada nya dengan cara dia sendiri. Bukan dengan cara Gabriel ataupun dengan cara orang lain. Hanya bisa dengan cara seorang Mario.

>>>

Terkadang kita merasa rendah di hadapan orang lain. Tapi ingat,setiap orang itu punya kelebihan dan juga kekurangan masing-masing. Yang harus kita lakukan hanya lah menjadi diri kita sendiri. Tanpa harus menjadi orang lain. Ini lah diri kita. Setiap apa yang ada di dalam diri kita,kita patut untuk mensyukuri nya. Karena itu adalah yang terbaik yang Allah berikan untuk kita. Jangan pernah merasa bahwa hidup kita tak seberuntung orang lain. Sebenarnya di sayangi oleh orang yang ada di sekitar pun sudah menjadi satu keberuntungan untuk diri kita. Karena tanpa kita sadari,banyak orang di luar sana yang masih memikirkan keadaan kita. Ucapkan lah TRIMAKASIH pada orang yang sudah hadir dalam hidup kita,sekalipun orang itu membenci kita. Karena tanpa mereka hidup kita tidak akan berwarna. Karena mereka sudah melukiskan pelangi dalam hidup kita..