Be Your Self,Mario !
>>>
Terik matahari sudah semakin menyengat. Tapi 2 lelaki ini masih saja berada di lapangan. Keringat mereka bercucuran,tapi tetap saja mereka terus melakukan pertandingan yang cukup sengit itu. Kedua lelaki ini memiliki ikatan darah. Yah,mereka berdua adalah kakak beradik. Baik sang kakak maupun sang adik mempunyai paras yang bisa dibilang –sangat- tampan. Mereka adalah Gabriel dan juga Rio. Tapi entah mengapa,sang kakak disini selalu unggul,termasuk dengan masalah ‘cinta’..
“gue capekk !”Rio mengakhiri pertandingan basket di sore itu. Dia lalu duduk di pinggir lapangan dan segera mengelap keringat nya dengan handuk kecil yang ia bawa.
“halah..segitu aja kok capek yo?”ejek Gabriel yang sekarang sedang mendribble bola ke pinggir lapangan.
“terserah loe deh,gue beneran capek !”balas Rio lalu meneguk air minum nya. Gabriel melirik jam tangan nya. Sudah pukul 6 sore.
“pulang yuk,udah sore. Gue ada janji sama Ify.”ajak Gabriel sambil menepuk pundak adik nya. Tanpa menunggu jawaban Rio,Gabriel pun berdiri dan segera melangkah untuk pergi dari situ. Rio berdecak. Raut wajah Rio berubah kesal. Ada yang mengganjal di hati nya saat Gabriel berkata ‘gue ada janji sama Ify’. Setelah menarik nafas dan menghembuskan nya perlahan ,Rio pun berdiri dan bergegas pergi mengikuti Gabriel yang sudah ada di depan.
>>>
“yo,kakak kamu kemana?”Tiba-tiba suara papa Rio mengagetkan Rio yang sedang memainkan gitar di kamar nya.
“kak iel lagi jalan sama Ify,gak tau pulang nya kapan”jawab Rio malas-malasan.
“aduhh gimana ya,laptop papa lagi ada masalah. Padahal kakak kamu paling bisa di andelin soal ini.”keluh papa Rio. Rio memutar bola mata nya. Kesal.
“emang kenapa pa?mungkin Rio bisa bantu.”
“mungkin?berarti kamu belum tentu bisa dong?gak usah Yo. Papa nunggu kakak mu pulang aja.”jawab papa Rio yang kemudian pergi ke ruang kerja nya. Setelah papa nya pergi,Rio segera menyimpan gitar nya. Badan nya menghadap ke jendela kamar. Tangan nya mengepal keras. Seperti seseorang yang sedang menahan amarah nya.
‘gue disini ! kenapa gak pernah ada orang yang mau mandang gue ! gue emang gak bisa kayak kak iel,tapi se enggak nya gue masih berstatus sebagai anak disini !’kesal Rio dalam hati.
>>>
Rio sedang asik membaca komik nya sambil mendengar kan musik lewat hp nya. Guru yang mengajar di kelas Rio memang sedang tidak masuk. Jadi anak-anak serasa bebas melakukan apa saja. Ada yang nyanyi-nyanyi gak jelas,ngegosip,dandan,dan lain sebagai nya deh.
“eh,kalian tau kak iel yang jadi ketos sekaligus kapten basket itu kan?”tanya Shilla pada salah satu teman nya. Maklum,mereka sekarang lagi ngegosip ria.
“iya iya gue tau ! euh,keren baget ya dia. Beruntung deh Ify bisa pacaran sama kak iel.”jawab teman Shilla yang bernama Sivia.
“kok beda sih sama Rio?dia kan adek nya kak iel. Tapi kok gak sehebat kak iel ya?”Shilla mengetuk-ngetukan jari ke dagu nya. Sivia hanya mengangguk meng-iya kan. Meskipun sedang mendengarkan music,tapi pendengaran Rio masih tajam. Mendengar perkataan Shilla,Rio langsung membanting komik nya ke meja lalu segera berjalan menuju bangku Shilla.
BRAAKK
“heh loe !”Rio menunjuk wajah Shilla. Semua anak yang ada di kelas langsung menoleh kea rah Rio. Tidak ada yang berbicara. Kelas mendadak sepi. Hanya ada deruan nafas Rio yang sepertinya sedang menahan amarah nya yang memuncak.
“loe jangan pernah ngebandingin gue sama kakak gue !”bentak Rio pada Shilla. Muka nya merah padam. Shilla lalu berdiri dan berhadapan dengan Rio.
“terserah gue dong ! itu hak-hak gue ! yang ngomong bibir gue kan?”balas Rio. Tak ada yang mampu melerai mereka,termasuk Sivia.
“loe jadi cewek gak usah belagu ! gue ingetin ya,jangan pernah lagi loe coba-coba ngebandingin gue ! ngerti loe !!”
“kenapa?ha?loe iri karena kakak loe punya segalanya?loe iri kakak loe itu lebih hebat daripada loe?”balas Shilla –lagi-. Rio mengepalkan tangan nya kuat-kuat. Nafas nya semakin tak beraturan. “oh nya gue tau,loe iri yak arena cewek yang loe suka malah jatuh ke tangan kakak loe?”lanjut Shilla dengan nada mengejek. Tanpa menjawab pertanyaan Shilla,Rio pun pergi ke luar kelas dengan amarah yang masih belum mereda. Sedangkan Ify,hanya bisa membisu melihat pertengkaran Shilla dengan Rio. Apalagi saat Shilla menyelesaikan kalimat terakhir nya itu. Ya, memang Ify dan Rio sekelas.
‘apa cewek yang dimaksud Shilla itu gue?’ Ify bertanya-tanya dalam hati nya.
>>>
Rio berdiri dan melihat lurus ke depan. Tangan masih saja mengepal. Perkataan Shilla tadi masih terngiang dalam pikiran nya. Saat ini Rio sedang berada di taman belakang sekolah.
“akhhh !!!!!!”Rio berteriak sekencang-kencang nya. Dia lalu duduk dan menekuk lutut nya. Tangan nya ia lipat di atas lutut. Rio menenggelamkan kepala nya dalam lipatan tangan itu. Dia mengatur nafas nya sambil memejamkan mata nya.
“heii..”sebuah suara mengagetkan Rio. Ify. Itu suara Ify. Rio pun menoleh,Ify tersenyum pada nya.
‘Tuhan,ini senyum yang selalu aku kagumi sejak dulu..’batin Rio. Ify pun ikut duduk di sebelah Rio. Rio masih menatap Ify tanpa berkedip.
“maafin soal kata-kata Shilla tadi ya Yo,dia gak bermaksud buat loe kesinggung kok..”ujar Ify. Rio masih mematung. Dia gugup,ini kali pertama dia mengobrol dengan Ify dengan jarak sedekat ini.
“em..ya,gak apa-apa kok Fy,gue tadi lagi emosi aja.”
Ify tersenyum lega.
“eh,Yo,”
“ya?kenapa Fy?”
“cewek yang tadi di sebutin sama Shilla itu gue ya?”kata Ify sambil menunjuk diri nya sendiri.
“itu..em..itu,gue gak tau..Fy”jawab Rio terbata. Ify mengerut kan kening nya. Merasa aneh dengan jawaban Rio.
“masa?apa itu berarti kak iel punya cewek lain selain gue Yo?”selidik Ify.
“ha?ngga lah Fy !”jawab Rio cepat. “kak iel sayang banget sama loe. Kalo soal cewek yang gue suka jatuh ke tangan kak iel,itu Cuma gossip aja kok. Loe tau sendiri kan kalo Shilla emang suka gitu?”lanjut Rio. Berharap kali ini Ify akan percaya. Ify hanya manggut-manggut mendengar jawaban Rio.
“Fy..”panggil Rio pelan. Ify yang tadi nya menatap lurus ke depan segera menoleh kea rah Rio.
“apa iya gue serendah itu dibandingin sama kakak gue?”tanya Rio. Ify terkekeh.
“iya.”jawab Ify singkat. Rio melongo. “tapi itu menurut pandangan orang lain,menurut gue sih gak gitu”lanjut Ify
“kok gitu?”kata Rio heran.
“loe kan bukan kak iel..Rio ya Rio,bukan Gabriel..menurut gue semua orang itu salah. Mereka selalu mandang kalo kak iel lebih hebat dari kak iel dan sebagai nya lah..”
“tapi emang bener kan kak iel punya segalanya di banding sama gue?”
“Rio,apa semua kemampuan kak iel harus loe kuasain juga?ngga kan?setiap orang punya kemampuan masing-masing Yo,gue yakin loe punya sesuatu yang gak kak iel punya. Cuma loe belum nunjukin itu sama semua orang. Beda sama kakak loe yang selalu nunjukin segalanya di depan semua orang..”
“tapi apa kemampuan gue Fy?”
“Cuma loe sendiri yang bisa jawab itu Yo,diri loe sendiri yang tau semuanya. Tapi gue harap,loe bakal tetep jadi diri loe sendiri. Jangan pernah loe ngerasa harus ngikutin kak iel Cuma karena loe gak mau di rendahin sama orang-orang.”
>>>
Ify sedari tadi hanya mengaduk-ngaduk ice cream yang ia pesan. Tidak ada satu sendok pun yang masuk ke mulut nya. Dia terlihat sedang memikirkan suatu hal. Gabriel yang ada di depan nya merasa bingung dengan sikap Ify.
“Fy..”Gabriel menggenggam tangan Ify dengan lembut. Ify tersadar.
“eh iya,kenapa?”
“kok dari tadi ngelamun terus sih?”tanya Gabriel. Ify melepaskan genggaman Gabriel.
“ng..nggak kok. Mungkin Cuma kecapean aja.”
Gabriel menghela nafas nya.
“oya,denger-denger tadi Rio cekcok sama Shilla?”tanya Gabriel. Ify mengangguk.
“masalah nya apa?”
“Shilla ngebandingin loe sama Rio,kak”jawab Ify santai. Gabriel menaikkan sebelah alis nya.
“ngebandingin?”
“iya,loe tau kan arti dari ngebandingin?ya Rio ngerasa kesinggung dong dibandingin mulu sama loe kak.”
“masa iya sih?setau gue Rio gak pernah kayak gitu deh.”
“ittu kan setau loe,beda sama pandangan gue. Masa loe gak tau sih?loe kan kakak nya”
“ah udah deh. Malah ngomongin Rio. Kita ganti topic aja.”
Ify menatap pemuda yang ada di hadapan nya ini. Tampan?itu gak usah ditanya lagi. Tapi jujur,Ify masih belum yakin apa Gabriel itu serius pada Ify atau tidak. Karena Ify sendiri tau,Gabriel adalah cowok yang di kagumi hampir semua cewek yang ada disekolah nya. Banyak hal yang Ify takut kan selama Gabriel menjadi pacar nya.
>>>
“Rio !”panggil Gabriel dari luar kamar. Rio membuka pintu kamar nya.
“loe tadi cekcok sama Shilla?”tanya Gabriel langsung. Rio mengangguk malas. Dia merebahkan tubuh nya di tempat tidur. Sedangkan Gabriel langsung duduk dikursi yang ada dikamar Rio sambil memainkan gitar.
“gue gak suka dibandingin.”kata Rio jutek. Gabriel terkekeh.
“loe iri sama gue yo?”tanya Gabriel yang –sepertinya- meremehkan. Rio mendelik.
“tunjukin dong Yo,kalo loe bisa lebih hebat dari gue !”kata Gabriel santai. Rio langsung berdiri dan menghampiri Gabriel.
“terkadang gue benci sama diri gue sendiri kak ! gue pengen bisa kayak loe ! dikagumin,di puji banyak orang ! gue capek kak,semua orang ngebandingin gue seakan-akan gue begitu rendah nya dibanding loe !”Rio menunjuk Gabriel. Setelah itu Rio menggebrak pintu dan pergi meninggalkan Gabriel. Gabriel pun berdiri menatap kepergian Rio. Kedua tangan nya ia masukan ke dalam saku celana nya.
“Rio..Rio..”gumam Gabriel sambil tersenyum kecil. Dia lalu mengambil handphone yang ada di saku celana dan segera menelpon seseorang.
>>>
“oh,ya udah kak. Gue tunggu ya !”Ify mengakhiri pembicaraan nya bersama Gabriel lewat telfon. Gabriel bilang dia akan datang ke rumah Ify. Sepertinya Gabriel akan membicarakan satu hal penting. Tak lama,Gabriel pun datang. Ify pun mengajak Gabriel ke halaman belakang rumah Ify. Mereka berdua duduk di ayunan dekat kolam renang IFy.
“Fy,ada yang mau gue omongin.”
“ya udah,to the point aja kak.”
“kayak nya kita cukup sampai disini aja deh Fy..”ungkap Gabriel.
“maksud kakak?kita..”
“iya,kita putus Fy..” Ify terdiam tak percaya. Air mata nya hampir saja turun. Ify yang tadi nya menatap Gabriel langsung memalingkan wajah nya.
“loe pasti bingung kenapa gue ngelakuin ini kan Fy?”
Ify tidak menjawab,dia malah terisak.
“gue bakal pergi Fy,gue takut gak bisa ngejagain loe lagi. Kita putus bukan berarti kita musuhan Fy,loe tetep gue anggep sebagai adik gue.”Gabriel mengusap lembut rambut Ify yang terurai. Gabriel memegang kedua bahu Ify agar Ify bisa melihat kedua bola mata nya.
“loe..mau pergi kemana kak?”tanya Ify yang masih terisak. Gabriel tersenyum dan menghapus air mata Ify dengan kedua ibu jarinya.
“gue pergi bukan buat seneng-seneng. Ini kesempatan gue buat ngejar cita-cita gue Fy..”jawab Gabriel lembut. Gabriel mengecup kening Ify sesaat. Ify menarik nafas lalu menghembuskan nya.
“jangan sedih lagi ya..”hibur Gabriel. Ify tersenyum tegar.
“gue bakal dukung loe kak,meskipun gue gak tau loe bakal pergi kemana..tapi gue tetep dukung loe,”
“makasih Fy,”Gabriel mengacak puncak kepala Ify.
>>>
Besok nya..
Ify mengajak Rio untuk menemani nya pergi. Saat ini mereka tengah berada di sebuah padang rumput yang jauh dari keramaian kota. Mereka berdua duduk berdampingan,merasakan semilir angin yang menerpa wajah mereka.
“Yo..”panggil Ify pelan. Wajah nya masih tetap melihat lurus ke depan. Rio pun refleks menoleh kea rah Ify yang ada disampingnya. “gue putus sama kak iel”lanjut Ify. Rio kaget.
“serius?”Rio meyakinkan. Ify mengangguk dan menoleh kea rah Rio yang sedang memasang wajah tak percaya.
“tapi..apa alesan kak iel mutusin loe?”tanya Rio dengan sedikit emosi. Ify pun menceritakan semua nya pada Rio.
“yah..gue gak bisa maksa kakak loe buat ngelanjutin hubungan ini..”kata Ify setelah selesai bercerita. Rahang Rio mengeras,ingin rasa nya dia memukul Gabriel saat itu juga. Tega sekali dia membuat bidadari nya menangis. Tapi dia masih bingung,kenapa Gabriel berkata pada Ify bahwa dia akan pergi,padahal Gabriel tidak pernah membicarakan hal itu pada Rio. Ify tertunduk,dia masih merasa sedih dengan keputusan Gabriel. Tapi entah kenapa,saat berada dekat dengan Rio,Ify merasa jauh lebih tenang. Seakan-akan Ify menginginkan agar terus berada disamping Rio seperti saat ini. Rio menatap Ify. Rapuh. Rio tidak tega melihat keadaan Ify yang seperti ini. Rio bahagia melihat Ify tersenyum dan tertawa,bukan menangis. Seandainya dia bisa,dia ingin memeluk Ify. Tapi rasanya sulit. Dia hanya bisa diam dan mendengarkan seluruh keluh kesah Ify. Tiba-tiba tangan mungil Ify menggenggam tangan kokoh Rio.
“thanks Rio..”ucap Ify tulus. Rio balas menggenggam tangan Ify meskipun dengan perasaan yang sedikit ragu.
“I’ll be there for you Fy..”balas Rio yang membuat senyuman Ify kembali mengembang.
Buka hatimu,buka lah sedikit untuk ku
Sehingga diriku bisa memilikimu
Betapa sakit nya,betapa perih nya hatiku
Selalu dirimu,tak menganggapku ada
Ponsel Rio bordering,telfon masuk dari Gabriel. Rio pun segera mengangkat nya.
“hallo”
“loe lagi sama Ify kan?loe masih anggep gue kakak loe kan?kalo iya,gue tunggu loe sekarang di bandara.”kata Gabriel di sebrang sana. Telfon terputus. Rio menaikkan sebelah alis nya. Apa maksud Gabriel?
“gue harus segera ke bandara sekarang juga Fy.”kata Rio sambil berdiri. Ify pun ikut berdiri.
“gue ikut.”ujar Ify. Rio mengangguk. Mereka berdua pun segera berjalan ke tempat dimana Rio memakirkan mobil nya.
>>>
Gabriel duduk dikursi yang ada di bandara itu. Dia berharap bahwa Rio akan datang,dan semoga Ify pun ikut bersama Rio. Mata nya terus menyapu ke sekeliling bandara. Belum ada tanda-tanda akan kedatangan Rio. Gabriel menaruh koper nya lalu berdiri. Seperti biasa,dia selalu memasukan kedua tangan ke dalam saku nya. Dia terlihat lebih tampan kalau seperti ini. Gabriel harap-harap cemas,dia takut Rio tidak datang. Padahal ada hal yang ingin ia sampaikan pada adik nya itu sebelum dia pergi.
“kak iel !”itu suara yang taka sing lagi bagi Gabriel. Itu suara Rio. Gabriel pun berbalik ke belakang. Terlihat Rio sedang berlari dengan tergopoh-gopoh kea rah nya,di ikuti oleh Ify yang ada dibelakang Rio.
“hh..hh..”Rio ngos-ngosan setelah sampai di depan Gabriel. Gabriel terkekeh.
“loe apa-apaan sih kak ! kalo mau becanda jangan di bandara kayak gini dong !”kata Rio sedikit kesal. Sedangkan Ify yang berada di samping nya pun hanya diam.
“haha,siapa yang lagi becanda yo?”tanya Gabriel.
“jadi..loe beneran mau pergi?kenapa loe gak bilang sama gue kak?ini alesan loe mutusin Ify?loe mau kemana kak?”kata Rio emosi. Gabriel memegang pundak Rio.
“tenang dulu Yo,sebener nya gue itu dapet beasiswa buat sekolah di luar negeri. Gue sebener nya mau bilang sama loe,tapi loe nya emosi mulu sama gue.”
“kak,masa kita harus pisah sih?”
“ini demi cita-cita gue Yo..oya,mama sama papa bilang mereka minta maaf kalo selama ini mereka selalu ngebandingin loe sama gue. Tapi mereka gak pernah bermaksud kayak gitu kok.”
“trus sekarang mama sama papa kemana?”
“mereka udah pergi duluan buat ngurus kepindahan sekolah gue kesana.”
“trus gue disini sama siapa?kok ninggalin gue semua?”
“haha,mama sama papa disana Cuma 3 hari kok.”
“kak iel..”panggil Ify pelan. Gabriel dan Rio menoleh ke Ify secara bersamaan. Gabriel memegang kedua pundak Ify sambil tersenyum lembut.
“sorry ya Fy,gue mutusin loe secara tiba-tiba. Sebener nya ada satu alesan lagi yang buat gue mutusin loe..”ungkap Gabriel.
“kenapa kak?”
“karena gue yakin,ada seseorang yang lebih hebat dari gue. Dia lebih bisa ngejaga loe Fy..”Gabriel kini menatap kea rah Rio. Lalu tersenyum penuh arti. Gabriel memegang tangan kanan Rio dan tangan kiri Ify. Kemudian menyatukan nya. Rio dan IFy hanya menatap Gabriel bingung.
“ada saat nya kita mengakui perasaan kita pada seseorang. Ada saat nya kita menjaga seseorang yang kita sayang sepenuh hati kita. Ada saat nya kita harus merelakan orang yang kita sayang pada orang lain. Ada saat nya kita sedih saat kehilangan seseorang yang kita sayang. Mario,ini saat nya loe harus ngakuin kalo selama ini loe sayang sama Ify,ini saat nya loe mesti nepatin janji loe buat ngejaga Ify..”kata Gabriel serius. “udah saat nya gue pergi,kalian jaga diri baik-baik selama gue gak ada..”pesan Gabriel sambil melepaskan tangan Rio dan Ify. Gabriel mengambil koper nya dan akan segera beranjak.
“kak iel..”lirih Rio. Gabriel membalikan badan nya lagi.
“oya Yo,loe harus inget pesen gue. Jadi diri loe sendiri,loe jangan pernah ngerasa kalo gue lebih hebat dari loe. Mario ya tetap Mario. Loe punya kelebihan loe sendiri. Tunjukin semua nya pada semua orang kalo loe bisa lebih hebat dari gue. Gue sayang sama loe,karena loe adik gue satu-satu nya. Buat gue bangga sama semua yang loe lakuin..”kata Gabriel,dia pun berlalu. Meninggalkan Rio dan Ify yang masih mematung di tempat nya. Ada perasaan kehilangan saat mereka melihat kepergian Gabriel. Tapi ini semua juga demi masa depan Gabriel. Mau tidak mau,mereka berdua harus merelakan nya.
Rio memberanikan diri untuk menggenggam tangan Ify. Mereka pun saling bertatapan.
“gue sayang sama loe Fy..”gumam Rio. Ify pun tersenyum.
“bikin gue supaya bisa sayang sama loe..”balas Ify. Rio mengangguk mantap. Dia mengerti maksud Ify,bahwa dia harus bisa membuat Ify jatuh hati pada nya dengan cara dia sendiri. Bukan dengan cara Gabriel ataupun dengan cara orang lain. Hanya bisa dengan cara seorang Mario.
>>>
Terkadang kita merasa rendah di hadapan orang lain. Tapi ingat,setiap orang itu punya kelebihan dan juga kekurangan masing-masing. Yang harus kita lakukan hanya lah menjadi diri kita sendiri. Tanpa harus menjadi orang lain. Ini lah diri kita. Setiap apa yang ada di dalam diri kita,kita patut untuk mensyukuri nya. Karena itu adalah yang terbaik yang Allah berikan untuk kita. Jangan pernah merasa bahwa hidup kita tak seberuntung orang lain. Sebenarnya di sayangi oleh orang yang ada di sekitar pun sudah menjadi satu keberuntungan untuk diri kita. Karena tanpa kita sadari,banyak orang di luar sana yang masih memikirkan keadaan kita. Ucapkan lah TRIMAKASIH pada orang yang sudah hadir dalam hidup kita,sekalipun orang itu membenci kita. Karena tanpa mereka hidup kita tidak akan berwarna. Karena mereka sudah melukiskan pelangi dalam hidup kita..