Dealova..
--
Seperti biasa,pemuda tampan ini selalu memperhatikan gadis itu dari jauh. Dia tersenyum melihat tingkah gadis itu yang menurut nya sangat menggelikan. Kaum adam pasti menilai gadis itu adalah seorang gadis cantik dan periang. Begitu pun dengan pemuda ini,dia telah lama mengagumi gadis itu. Bahkan bukan hanya mengagumi,tapi juga mencintai nya.
Dan tentu saja ia hanya bisa menyimpan rasa itu dalam hati. Pemuda ini masih bertahan dalam kesendirian nya. Menunggu kapan waktu itu datang,menunggu kapan ia harus mengungkapkan perasaan nya selama ini.
“woii Rio ! ngelamun aja loe. Mau tanding gak?”salah seorang sahabat Rio –sang pemuda- menepuk pudak nya pelan. Rio terkesiap,dan langsung menjitak kepala sahabat nya.
“sialan ! ngagetin gue aja loe ! tuh kan..ah,loe sih ! ngilang kan jadi nya !”omel Rio pada sahabat nya,Gabriel. Gabriel menyepitkan mata nya. Mencari tau siapa yang sedari tadi Rio perhatikan.
“siapa sih Yo?dia lagi yaa?”tebak Gabriel. Rio hanya mengangguk kecil sambil menyapu pandangan nya mencari gadis itu yang menghilang bersama teman-teman nya. Gabriel hanya bergeleng-geleng melihat sahabat nya.
“Rio..Rio..kenapa gak loe tembak aja sih?”tanya Gabriel heran.
“gue belom siap.”jawab Rio singkat dengan terus mencari keberadaan gadis pujaan nya.
“kayak mau kawinan aja loe mesti siap dulu ! kalo nunggu siap kapan maju nya !”ujar Gabriel sambil memainkan bola basket yang ia bawa. Rio memutar pandangan nya kea rah Gabriel yang sedang melangkah menuju lapangan.
“bener juga kata iel,tapi ..ah ,pokok nya gue belom siap!”kata Rio tetap pada pendirian nya.
--
Ify bersama ke-3 sahabat nya pergi ke kantin. Mereka lalu mencari tempat kosong,setelah menemukan nya mereka pun memesan makanan sesuai dengan keinginan mereka.
“Fy,loe jahat deh sama gue !”Acha merenggut. Ify mengerutkan kening nya. Sesaat dia menghentikan kegiatan memakan mie ayam yang tadi ia pesan. Lalu memperhatikan salah satu sahabat terbaik nya,Acha.
“maksud loe?”
“loe tadi gak ngasih gue contekan ,huhu”jawab Acha sambil memajukan bibir nya beberapa centi.
“beuhh…”koor Shilla,Sivia,dan Ify.
“gue bukan nya pelit Cha,tapi gue gak pengen loe terus-terusan bergantung sama gue. Percaya dong sama kemampuan diri loe sendiri..”nasihat Ify,lalu dia pun melanjutkan acara makan nya. Acha hanya menghembuskan nafas nya. Selalu seperti ini jawaban Ify kalau ditanya tentang kata ‘nyontek’.
Ify bisa dibilang memang lebih unggul dalam soal akademik dibanding dengan teman-teman nya. Jadi,tak heran kalau predikat juara umum selalu dia yang mendapatkan nya. Ify sering mengikuti olimpiade mata pelajaran. Selain dalam bidang akademik,Ify juga berbakat dalam bidang music. Dari kecil,Ify memang sudah mempunyai kemampuan bermain piano dan juga bernyanyi.
“eh Fy,loe tau Rio anak X-3b gak?”tanya Shilla. Ify mengangkat kepalanya. Ify terlihat sedang mengingat-ngingat.
“ohh..iya gue tau. Yang anak basket itu kan?”tebak Ify. Shilla mengangguk. “emang kenapa?”tanya Ify.
“gue pikir-pikir,dia sering merhatiin loe deh Fy.”jawab Shilla. Ify mengangkat sebelah alis nya.
“so?”tanya Ify sambil mengambil gelas yang berisi jus jeruk milik nya.
“jangan-jangan dia suka sama loe !”tebak Sivia yang di angguki oleh Shilla dan Acha.
UHUKK !!
Ify tersedak minuman nya karena mendengar kalimat yang Sivia lontarkan. Ify lalu mengelap mulut nya dengan tissue yang ada di depan nya. Shilla,Sivia,dan Acha hanya cekikikan sambil menutup mulut masing-masing.
--
Aku ingin menjadi mimpi indah dalam tidur mu
Aku ingin menjadi sesuatu yang mungkin bisa kau rindu
--
Sepulang sekolah,Rio langsung masuk ke dalam kamar nya. Seusai makan dan mengganti baju nya,Rio hanya melamun di dekat jendela kamar nya hingga menjelang malam hari. Gadis itu,selalu ada di pikiran Rio. Memenuhi setiap hari-hari nya,setiap langkah nya,dan setiap apa pun yang ia lakukan. Gadis itu telah memenuhi rongga hati nya. Dari dulu,hingga sekarang.
Angin berhembus dengan lembut melewati jendela kamar yang sengaja Rio buka. Rio memejamkan mata nya,bayangan gadis itu semakin jelas terlihat. Bayangan gadis itu yang sedang tertawa lepas,tersenyum,bahkan wajah nya saat sedang serius pun terbayang oleh Rio. Rio pun membuka mata nya dan sedikit tersenyum.
“I love u Fy..”gumam Rio yang mungkin dimaksudkan untuk gadis yang ia sebut ‘fy’ yang lain adalah Ify.
--
Karena langkah merapuh tanpa dirimu
Karena hati tlah letih
--
Pukul 06.10
Waktu nya untuk Ify berangkat ke sekolah. Seperti biasa,Ify menunggu bis di halte yang tak jauh dari rumah nya. Biasa nya Ify selalu menunggu bis sendirian,tapi kali ini tidak. Seorang pemuda yang satu sekolah dengan dia sepertinya juga sedang menunggu bis. Dia adalah pemuda yang dibicarakan Shilla kemarin.
Merasa pegal,Ify pun berniat akan duduk di bangku panjang yang ada di halte itu.
“boleh gue duduk disini?”tanya Ify. Merasa ada yang mengajak nya berbicara,Rio pun mendongakkan kepala nya. Rio langsung terkesima melihat Ify ada di depan nya. Rio lalu mengangguk dan tersenyum dengan kegugupan nya. Rio menggeser duduk nya agar Ify bisa duduk di samping nya.
“thanks..”ucap Ify. Rio hanya membalas dengan senyum. Masih gugup. Ify merasa aneh dengan sikap Rio.
“loe kenapa ?santai aja kalo sama gue,gue baik kok anak nya.”kata Ify yang melihat kegugupan Rio. Rio cengo.
‘busetdah,emang keliatan banget ya kalo gue gugup kayak gini?’tanya Rio dalam hati.
“heii..Rio?ngelamun loe?”
“ha?loe tau nama gue?”tanya Rio dengan polos nya.
“hha,Rio..Rio. ya gue tau lah,loe kan anak basket yang berbakat di sekolah kita.”jawab Ify yang di iringi dengan tawa kecil nya. Rio menggaruk-garuk tengkuk nya.
“em,Fy?”panggil Rio.
“loe tau nama gue juga?”Ify malah balik bertanya.
“iyalah,loe kan master akademik nya sekolah kita ! hha”balas Rio di iringi tawa kecil nya seperti yang tadi Ify lakukan. Kedua nya lalu tertawa bersama. Rasa gugup itu sedikit-demi sedikit menghilang dari diri Rio. Mungkin karena Ify memang anak nya supel dan mudah di ajak bercanda.
Bis yang mereka tunggu-tunggu pun datang. Mereka berdua segera naik dan pergi ke sekolah secara bersama-sama.
Hari ini,dimana pertama kali nya Rio bisa berbicara dengan Ify. Duduk berdampingan dengan Ify. Dan bercanda dengan seorang IFy yang telah lama ia sukai. Tentu saja hal in begitu berkesan untuk Rio.
--
Aku ingin menjadi sesuatu yang slalu bisa kau sentuh
Aku ingin kau tau bahwa ku selalu memujamu
--
Jam pertama di kelas Rio adalah pelajaran olahraga. Kebetulan guru yang mengajar sedang tidak masuk. Jadi anak-anak di kelas Rio seperti di bebaskan. Rio,Gabriel,Alvin,dan Cakka memilih untuk bermain basket.
“lempar ke gue Yo !”teriak Gabriel pada Rio. Rio pun melemparkan nya dan Gabriel menangkap bola itu dengan mulus. Dia lalu berlari ke arah ring,dan..
HOOPP ! *suaraapaini?*
Bola pun masuk ke dalam ring. Rio dan Gabriel ber-high five ria (?). cakka dan Alvin hanya merenggut. Bukan masalah mereka kalah,tapi setelah ini mereka harus mentraktir Rio dan Gabriel di kantin.
“gue gak mau kalahh !”Cakka malah prustasi. Alvin mengembungkan pipi nya *dih*.
“nyeh-.- . terima aja kalo loe kalah .”cibir Rio.
“ah,pokok nya kita gak mau kalah !”teriak Alvin dan Cakka bersamaan.
“why?”tanya Gabriel santai.
“kita kan ganteng !”jawab Alvin dan Cakka kompak lagi. Gabriel dan Rio langsung cengo.
“gak nyambung bego !!”toyor Gabriel. Rio hanya geleng-geleng gak jelas *nyeh*
Saat sedang seperti itu,kebetulan jam pelajaran di kelas Ify juga sedang kosong. Daripada diem-diem gak jelas,Ify mutusin buat pergi ke perpus *anakrajin*. Rio menyadari ada Ify di koridor yang akan menuju ke perpus. Rio langsung diam tak berkedip (?). bahkan celotehan sahabat-sahabat nya yang sedang berdebat pun tidak ia dengar.
Menyadari bahwa Rio tiba-tiba mematung. Alvin,Gabriel,dan Cakka langsung menatap Rio dengan heran. Rio belum sadar. Alvin menatap Gabriel seakan bertanya –dia kenapa?-. gabriel hanya mengangkat bahu nya.
Rio malah senyum-senyum sendiri. Membuat ke 3 sahabat nya semakin heran. Setelah itu,akhr nya Rio sadar kalau dia sedang di perhatikan.
“kenapa pada ngeliatin gue?”tanya Rio watados. “suka sama gue ya?bilang aja.”lanjut Rio. Alvin,Cakka,dan Gabriel langsung membulatkan mata nya.
“SARAAPP !!!!”teriak ke-3 nya tepat di telinga Rio.
--
Setelah lama mencari,akhir nya ia menemukan buku yang sedari tadi ia ingin kan. Tapi Ify sedikit kesulitan mengambil buku itu,karena posisi buku nya terlalu tinggi. Ify terus berusaha untuk menjangkau nya. Tiba-tiba seorang lelaki tinggi dan hitam manis mengambilkan buku yang Ify ingin kan dan diberikan nya pada Ify disertai senyum manis nya.
“Rio,thanks ya.”ujar Ify,pada Rio yang telah menolong nya.
“urwell Fy.”balas Rio. Ify lalu duduk dan Rio mengikuti nya.
“dealova.”kata Rio membaca judul novel yang Ify pegang. Ify menoleh dan tersenyum.
“mau ngapain yo?bukan nya tadi gue liat loe lagi maen basket ya?”tanya Ify.
“gue,eh..em..gue mau ngapain ya?”Rio malah bingung sendiri. Sejujurnya Rio itu mengikuti Ify untukpergi ke perpus. Niat nya sih,pengen berduaan sama Ify *ahihi*. Ify mengangkat sebelah alis nya.
“aneh deh loe”ujar Ify sambil memulai membaca halaman pertama novel yang ia pegang. Rio Cuma cengengesan.
“eh Fy,loe kok bisa pinter sih?”tanya Rio. Ify menutup novel nya.
“maksud nya?”
“loe suka baca ya?pantes aja loe pinter. Bukan Cuma akademik,tapi di hal yang lain juga”
“semua orang itu pinter kok..”balas Ify.
“tapi kok nilai gue banyak yang ancur ?”
“mungkin loe nya deh yang kurang belajar sama baca buku.”tebak Ify.
“jadi,gue harus jadi kutu buku gitu Fy?”
“Rio,banyak baca buku bukan berarti harus jadi kutu buku. Menurut gue ya,kalo kita jarang baca buku kita bakal ketinggalan semua hal. Buku itu sebuah pengetahuan luas. Ya,bukan hanya buku pelajaran,tapi novel kayak gini pun bisa dijadikan sebagai pengetahuan. Coba aja loe ambil makna dari cerita novel nya,pasti loe bakal dapet sesuatu yang berharga yang bisa loe jadiin pelajaran hidup.” Ify mengambil nafas nya lalu kembali melanjutkan. Rio terus memperhatikan Ify,dan melihat setiap lekuk wajah cantik nya.
“para penulis novel,contoh nya..emm,yang gue suka itu salah satu nya Habiburrahman El-Shirazy, Pipiet Senja,banyak lagi deh. Loe baca deh novel-novel mereka. Di dalam nya tuh sarat akan makna. Loe bisa tau arti kesabaran,arti kesabaran dan yang lain nya. Kalau soal pelajaran,kalo gak bisa ya sekarang jaman udah modern. Loe bisa nyari di internet kalo loe gak bisa ngerjain tugas atau loe takut nanya sama guru karena guru nya killer atau apa lah. Ngerti kan?”akhir nya setelah panjang kali lebar sama dengan luas (?) ify berbicara,dia pun menoleh ke Rio yang duduk di samping nya yang masih asyik memperhatikan wajah nya. Ify mengibas-ngibas kan tangan nya di depan wajah Rio.
“Rio ? loe dengerin gue ngomong kan?”
Rio tersadar.
“eh,iya iya. Gue denger kok.”kata Rio sambil mengangguk.
“Fy?”panggil Rio pelan. Ify menoleh.
“loe mau gak jadi guru privat gue?”tanya Rio. Ify membulatkan mata nya. Lalu berpikir,akan menerima tawaran itu atau malah menolak nya.
--
Tanpa mu sepi nya waktu merantai hati
Bayang mu seakan-akan
--
Malam hari,Ify telah selesai mengerjakan tugas sekolah nya. Dia lalu duduk di balkon kamar nya. Malam ini langit terlihat cerah. Bintang bertaburan menghiasi langit malam. Ify menatap nya. Entah kenapa,bayangan wajah Rio langsung melintas. Tanpa Ify sadari,bibir Ify mengukir sebuah senyuman saat bayangan itu datang.
“aduhh,Ify ! loe kenapa sih? Kok malah mikirin Rio !!”tanya Ify pada diri nya sendiri. Dia memukul-mukul kepala nya pelan agar bayangan Rio segera hilang.
When I see your face
There's not a thing that I would change
Cause you're amazing
Just the way you are
There's not a thing that I would change
Cause you're amazing
Just the way you are
Handphone Ify berbunyi. Ify langsung mengambilnya dan membaca pesan yang baru saja masuk.
From:Rio
Fy,gimana soal tawaran gue?mau kan loe jadi guru privat gue?
Ify senyum-senyum sendiri membaca sms Rio. Langsung dia menggerakan ibu jari nya dan mulai mengetik.
To:Rio
Oke,gue mau J
--
Sejak saat itu,Ify pun resmi menjadi guru privat Rio. Tentu saja Rio sangat senang. Dan entah kenapa,rasa aneh itu semakin besar Ify rasakan dalam hati nya. Bahkan,sahabat Ify dan Sahabat Rio pun sampai mengira mereka pacaran karena setiap hari mereka terlihat semakin dekat.
Ify biasa mengajar di rumah nya Rio,karena Rio sendiri yang meminta nya. Saat belajar,kadang Ify jadi salting sendiri karena Rio selalu memperhatikan nya dengan tatapan yang berbeda.
Seperti saat ini,Ify sedang mengajar di rumah nya Rio.
“nah,jadi gitu. Loe bisa pake rumus yang ini,atau yang ini. kalo soal nya angka positive,berarti loe pake rumus yang negative,dan sebalik nya.”Ify pun selesai mengerjakan. Rio manggut-manggut.
“gue ngerti Fy,”jawab Rio.
“oke,sekarang coba loe jawab soal yang ini,yang ini,sama yang ini.”ujar Ify sambil menunjuk soal-soal yang harus di kerjakan Rio. Rio hanya mengacungkan jempol nya. Dengan tekun,Rio mulai mengerjakan soal-soal itu. Sedangkan Ify menunggu nya sambil menonton tv.
Ify menatap Rio dari samping. Menatap setiap gerakan wajah nya. Terlihat manis. Tak terasa Ify tersenyum melihat wajah Rio yang sedang serius mengerjakan soal yang dia berikan.
“selesai !!”sorak Rio yang tentu saja membuat Ify kaget. Ify langsung memalingkan pandangan nya kea rah tv.
“nih,loe periksa deh.”Rio memberikan kertas jawaban nya pada Ify. Ify menerimanya lalu memeriksa nya dengan teliti.
Dan lagi-lagi ,Rio mengambil kesempatan untuk memandang wajah cantik yang ada di hadapan nya ini. rio menopang dagu nya sambil terus memandang Ify. Kepala Ify sedikit menunduk karena sedang memeriksa pekerjaan Rio.
“hebat,semua nya bet..ul.”kata-kata Ify sedikit terpotong-potong karena saat mengangkat kepala nya,mata nya langsung bertatapan dengan mata Rio yang jarak nya cukup dekat di depan Ify.
Ify salting,muka nya memerah. Dia langsung menunduk lagi dan memalingkan wajah nya. Rio pun begitu,dia langsung menghadap ke depan dan berusaha bersikap seperti biasa.
--
Kau seperti nyanyian dalam hatiku
Yang memanggil rinduku padamu
Seperti udara yang ku hela
kau selalu ada
--
Malam ini,adalah malam minggu. Waktu nya para remaja untuk menghabiskan waktu dengan pasangan nya. Tapi tidak untuk Ify,dia hanya diam di kamar nya sambil terus melihat bintang-bintang yang berkelip menghiasi malam minggu ini. entah kenapa hati nya gelisah,dia merasa ada rasa rindu di hati nya. Rasa ingin bertemu dengan seseorang yang akhir-akhir ini selalu menemani hari nya. Seseorang yang telah berhasil membuat rasa itu muncul.
“hmm..”Ify menghembuskan nafas nya. Ify mengambil handphone yang ia letakkan di meja belajar nya. Ternyata ada satu sms masuk.
From:Rio
Gue tunggu di lapangan basket sekolah,secepat nya
Ify mengerutkan kening nya. Tanpa membuang waktu,Ify pun langsung turun kebawah dan berniat pergi ke sekolah walaupun waktu sudah menunjukan pukul 8 malam. Ify mengira ada apa-apa dengan Rio,saking khawatir nya Ify pergi tanpa mengganti baju nya. Alias,Ify keluar dengan memakai piyama nya.
Ify pergi diantar oleh supir pribadi nya. Mama nya pun heran kenapa malam-malam begiini Ify harus pergi ke sekolah. Di jalan,Ify semakin gelisah.
‘aduh,jangan-jangan yang sms gue tadi bukan Rio. Jangan-jangan Rio di culik,atau dirampok,terus minta bantuan tebusan dengan cara sms gue ! ahh,tapi masa sih?kalo iya dia diculik kenapa minta bantuan sama gue?gue kan gak punya duit. Trus,kenapa mesti di lapangan sekolah?emang mau tanding basket ya para penculik nya?’batin Ify ngaco.
Setelah sampai di sekolah nya,Ify langsung turun dari mobil nya. Dia berpesan pada supir nya agar tetap menunggu dia sebelum dia kembali lagi. Ify langsung berlari menuju lapangan. Dengan gampang dia membuka gerbang karena tidak dikunci.
“aneh,gerbang nya gak di kunci”gumam Ify. Dia lalu melanjutkan perjalanan nya (?) menuju lapangan basket sekolah. Dan betapa kaget nya Ify saat tepat berada di tengah lapangan. Karena lapangan itu telah di desain seseorang dengan seindah mungkin. Lilin-lilin kecil bersinar terang membentuk sebuah hati. Ify menyapu pandangan nya ke sekeliling lapangan. Kebetulan,di sekolah Ify banyak terdapat pohon cemara. Dan di setiap pohon itu ada banyak foto Ify. Saat Ify tertawa,tersenyum,bahkan saat wajah Ify serius membaca buku pun ada.
Ify bingung,disini sepi. Tidak ada siapapun kecuali diri nya dan lilin-lilin kecil itu. Tiba-tiba seseorang muncul di belakang nya dengan memainkan gitar dan siap menyanyikan sebuah lagu.
“Aku ingin menjadi mimpi indah dalam tidur mu
Aku ingin menjadi sesuatu yang mungkin bisa kau rindu
Karena langkah merapuh tanpa dirimu
Karena hati tlah letih”
Ify berbalik dan langsung bungkam saat mendengar bahwa itu adalah suara Rio. Rio terus mendekat pada Ify,dia menyanyikan lagu itu sampai selesai. Seakan terhipnotis oleh suara Rio,Ify masih saja diam mematung sampai Rio menyelesaikan lagu nya. Rio mempersembahkan senyum manis nya untuk Ify. Mendadak Ify menjadi beku.
Rio menyimpan gitar nya di bawah. Mereka sekarang berada di tengah rangkaian lilin kecil berbentuk hati yang dibuat oleh Rio. Dengan rasa gugup nya,Rio mencoba mengenggam kedua tangan Ify. Baru lah Ify sadar,lalu mengerjap-ngerjapkan mata nya. Meyakinkan dirinya kalau ini bukan lah mimpi.
“I love u Fy.”kata Rio tulus di iringi senyum manis nya. Dia menatap lekat kedua bola mata Ify.
“ha?”Ify semakin merasa kalau ini hanya mimpi nya.
“ini..bukan mimpi?”tanya Ify dengan polos nya. Rio menggeleng,lalu memegang kedua pundak Ify.
“I love u..”ulang Rio sekali lagi. Ify menatap Rio lekat. Mencari keyakinan akan ucapan Rio barusan.
“Rio..”gumam Ify. Rio kembali menggenggam kedua tangan Ify. Terasa dingin.
“would you be my girl friend, Alyssa?”dan akhir nya,kata itu pun terucap dari bibir Rio. Setelah lama ia pendam,dan ini semakin membuat Ify hanya berada di dalam mimpi nya. Akhir nya Ify tau,bahwa ini memang benar-benar nyata. Dia pun tersenyum dan Rio membalas nya.
“yes,I would..”balas Ify yakin. Senyum Rio mengembang. Dia memeluk Ify ,dan Ify pun membalas pelukan Rio.
“mulai hari ini gue janji,gue akan selalu ada di sisi loe Fy..”gumam Rio masih dalam posisi yang sama. Memeluk Ify.
“congratulation !!!”teriak beberapa orang yang membuat Ify dan Rio langsung melepas pelukan nya. Mereka tersenyum ternyata teman-teman mereka juga ada di situ.
Cakka,Alvin,dan Gabriel langsung menyalakan kembang api yang mereka bawa. Ify saling bertatapan dan melempar senyum. Rio lalu merangkul Ify. Mereka sesekali tertawa kecil melihat kelakuan teman-teman mereka yang sedang memainkan kembang api. Rio lalu memegang kedua bahu Ify sehingga mereka berhadapan.
“hanya dirimu,yang bisa membuat ku tenang. Tanpa dirimu ,aku merasa hilang dan sepi..”ujar Rio pelan. Lalu kembali memeluk Ify,seakan tak ingin berlalu dalam suasana seperti ini.